Kolam Renang Rasa Pantai di Treasure Bay Bintan

Berdiri di tepian kolam renang raksasa Treasure Bay

Kolam renang terbesar di Asia Tenggara kini ada di Indonesia, tepatnya di Lagoi, Pulau Bintan, Provinsi Kepri. Bukan sembarang kolam renang. Karena selain luasnya 6,3 hektar, ia juga dikonsep mirip pantai. Bagian tepinya didesain landai, miring ke bawah hingga ke tengah sebagaimana pantai. Hanya saja tidak menggunakan pasir melainkan berbahan fiber berwarna putih yang sekilas akan terlihat seperti pasir pantai. Meski begitu, pasir pantai yang asli tetap ada. Hanya saja ditempatkan di bagian tepi luar kolam yang tak tersentuh air, di sebagian tepian kolam saja.

Treasure Bay. Begitulah nama wahana air termegah di Asean ini disebut. Bagian pinggir sekeliling kolam dibuat taman nan cantik yang disediakan jalur yang bisa dilalui baik bagi pejalan kaki maupun dengan kendaraan yang merupakan wahana di tempat ini. Tentu saja kendaraan yang ramah lingkungan dengan menggunakan tenaga listrik, tanpa desingan suara. Diantaranya adalah skuter, segway, dan mobil ford. Ya, jalur tersebut juga bisa dilintasi kendaraan roda empat.

Segway adalah kendaraan unik beroda dua, tetapi posisi rodanya tidak depan-belakang sebagaimana sepeda motor, melainkan berada di kanan-kiri. Tidak ada tempat duduk, membawanya sambil berdiri memegang setang. Pastikan mesin telah menyala atau berstatus ON saat akan menggunakannya. Jangan sekali-kali menaikinya dalam keadaan mesin OFF. Karena dipastikan akan terjatuh.

Berbagai wahana berbentuk kendaraan itu sengaja disediakan mengingat kolam renang yang luasnya lebih besar dari lapangan sepakbola ini, hampir sepanjang satu kilometer, tentu akan cukup melelahkan jika tak terbiasa berjalan kaki. Selain itu terdapat juga transportasi air. Ya, jangan heran di kolam renang ini sesekali akan tampak kapal mondar-mandir berkapasitas 15 penumpang. Tetapi tidak perlu khawatir, karena selain jumlahnya hanya satu, kapal ini juga menggunakan tenaga surya. Bukan bertenaga mesin sebagaimana kapal pada umumnya. Jalannya juga pelan tanpa desingan suara. Sehingga kolam renang tetap terjaga kenyamanan dan kebersihannya.

Tidak hanya itu, kolam renang ini juga menyediakan berbagai fasilitas water sport yang bisa disewa. Salah satunya adalah Cabel Ski. Wahana ini mirip dengan permainan ski di laut. Tetapi tidak ditarik oleh speed boat, melainkan sebagaimana namanya yaitu menggunakan kabel sebagai penarik. Sebuah tali yang dipegang oleh pemain terhubung dengan kabel di atasnya yang digerakkan dengan remote yang dikontrol oleh seorang instruktur. Sensasinya tak kalah seru dengan berselancar di laut berombak besar.

Tidak perlu khawatir soal keamanan saat bermain dengan berbagai wahana yang tersedia di kolam renang raksasa ini. Karena sebagaimana pantai-pantai di Eropa, di sini juga ada Penjaga “Pantai”. Sekelompok “Bay Watch” ala Treasure Bay senantiasa bersiaga di berbagai tempat untuk memantau para pengunjung yang bermain di dalamnya. Tetapi tentunya juga Anda perlu berhati-hati dan mematuhi segala aturan yang ada, seperti memakai helm saat menggunakan skuter yang memang diwajibkan.

Kawasan Bintan Resorts ini dibalik kemewahannya namun dominasi pepohonan hutan terlihat jelas di sini. Termasuk Treasure Bay. Sehingga tak heran jika berada dalam area kolam renang akan tampak di sekelilingnya pepohonan hijau nan menjulang. Keberadaan hutan ini juga dimanfaatkan oleh pengelola dengan menawarkan sebuah wahana nan ekstrim, ATV (All Terain Vehicle). Yaitu sebuah aktifitas menjelajah hutan dengan kendaraan roda empat beroda tebal yang mampu menjejali segala medan. Kendaraan ini dikemudikan tidak dengan setir melainkan setang sebagaimana sepeda motor.

Semua wahana tersebut bisa disewa dengan tarif beragam, mulai dari Rp. 40 ribu hingga Rp. 300 ribu. Tetapi jika Anda menginap di Hotel The Canopi, sebuah penginapan bergaya tenda namun elegan yang berlokasi di salah satu pinggir kolam renang tersebut, bisa menikmati semua wahana itu secara gratis. Tepat di depan hotel ala permukiman tersebut penampakannya menyerupai suasana pantai. Kursi santai untuk berjemur dan pasir pantai serta pohon kelapa kuning asli ditata sedemikian rupa.

Jika lapar melanda sehabis berenang terdapat sebuah restoran dan bar bernama Bora-bora di ujung kolam renang. Berbagai menu tersedia di sana dari khas Indonesia hingga western food. Harganya ditaja mulai dari Rp. 50 ribu hingga Rp. 200 ribu per porsi. Restoran ini bersebelahan dengan meja resepsionis Hotel The Canopi yang merupakan pintu masuk ke Treasure Bay.

Harga tiket memasuki Treasure Bay dibanderol sebesar Rp. 100 ribu per orang. Tiket ini menggunakan sistem deposit yang bisa digunakan untuk menikmati wahana yang ada. Jadi, dari seratus ribu tersebut, Rp. 20 ribu adalah tiket masuk sesungguhnya sedangkan Rp. 80 ribu adalah deposit. Sehingga jika hendak menikmati wahana tinggal mengambil dari deposit tersebut. Namun, deposit ini sudah menjadi kewajiban saat memasuki Treasure Bay. Meskipun tidak ingin menikmati wahana, tetap harus membayar Rp. 100 ribu.

Menurut pengalaman, pada saat-saat ramai pengunjung, diperbolehkan untuk membayar Rp. 20 ribu saja.

Tidak ada perbedaan harga antara anak-anak dan dewasa. Nantinya akan diberikan sebuah gelang karet berwarna hijau sebagai tanda pengenal untuk masuk ke dalamnya. Gelang ini wajib dikenakan bagi setiap pengunjung. Dan harus memberikan uang jaminan sebesar Rp. 40 ribu. Uang jaminan ini nantinya bisa diambil kembali saat akan pulang. Selamat berlibur ke Treasure Bay Kepri! The Best Crystal Lagoon.

 

Bus Kayu di Pulau Kundur yang Masih Eksis

Pulau Kundur mempunyai transportasi umum sepuh nan antik yang masih beroperasi hingga saat ini. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Bas Kundo. Sebutan Bas diambil dari Bahasa Melayu Malaysia yang merupakan serapan dari kata bus. Sedangkan Kundo berasal dari kata Kundur dalam aksen Bahasa Melayu. Pulau ini memang berjiran dekat dengan negara Siti Nurhaliza itu.

Transportasi ini berpenampakan sebagaimana bus pada umumnya, hanya saja bodinya didominasi oleh bahan kayu. Pada bagian depan wajahnya terkesan pesek. Tempat duduk penumpang memanjang pada sisi kiri dan kanan, saling berhadapan. Kapasitas penumpang mampu memuat hingga 30 orang. Jendelanya senantiasa terbuka. Model jendela digeser turun-naik seperti pada jendela kereta api. Pintu penumpang berada dibuntut, bagian belakang.

Bas Kundo populer digunakan sebagai transportasi umum pada era 60-an hingga 90-an. Memasuki era milenium, keberadaan Bas perlahan tergerus oleh transportasi umum model baru berjenis carry yang disebut oplet. Meski begitu, kapasitas Bas Kundo yang mampu memuat banyak penumpang tetap menjadi pilihan bagi wisatawan yang hendak berlibur secara rombongan. Terutama bagi para pelajar sekolah.

Menurut salah seorang pemilik Bas Kundo, Kintan, sejarah keberadaan bus kayu ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat pada masa itu yang masih mengandalkan kaki untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Padahal jarak yang ditempuh sangat jauh. Pada era 1960-an aktifitas berjalan kaki memang sudah menjadi kebiasaan. Bahkan ada yang sanggup menempuh perjalanan dari Tanjungbatu ke Tanjungberlian (Urung) yang berjarak 20 kilometer tanpa kendaraan alias berjalan kaki.

Tercetuslah ide dari salah seorang pengusaha Tionghoa untuk menyediakan trasnportasi yang mampu memudahkan mobilitas bagi masyarakat setempat. Kendaraan sepuh ini bentuk awalnya adalah terbuka seperti truk. Kemudian oleh seorang ahli otomotif di pulau tersebut dirancang hingga bentuknya sebagaimana yang terlihat sekarang ini.

Cantiknya Mini Zoo Bintan di Taman Kijang

Taman Kijang dan Mini Zoo

Bintan terkenal sebagai daerah yang menyimpan potensi pariwisata bahari. Keindahan pantai di pesisir utaranya memang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke pulau yang berjiran dekat dengan Singapura ini. Tetapi tahukah Anda di pulau yang juga menaungi Ibukota Provinsi, Tanjungpinang, ini juga terdapat taman yang dipenuhi dengan aneka satwa. Ya, di pulau ini terdapat kebun binatang.

Bukan kebun binatang biasa. Karena kawasan ini dikonsep menarik dengan taman kota nan cantik di sekitarnya. Jadi, selain memanjakan mata melihat aneka jenis satwa, bisa juga menikmati taman kotanya yang dikonsep seperti wahana di tengah hutan.

Kebun binatang ini ukurannya tergolong kecil. Tidak luas sebagaimana di kota-kota besar. Meski begitu, koleksi fauna di dalamnya layaknya sebagaimana di kebun binatang besar. Meski tidak banyak, beberapa binatang buas tampak menghuni di didalamnya seperti buaya, beruang, ular, dll. Tentu saja kandang-kandang yang dihuni hewan-hewan tersebut sudah memenuhi standar keamanan bagi pengunjung.

Kebun binatang ini diberi nama Mini Zoo Bintan. Terletak di Kota Kijang, salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Bintan. Belum banyak wisatawan di luar Pulau Bintan yang mengetahui keberadaan tempat rekreasi keluarga ini. Lokasinya yang jauh dari pusat ibukota provinsi dan bersaing dengan tempat-tempat wisata terkenal di Bintan membuat Mini Zoo jarang diprioritaskan untuk didatangi oleh wisatawan.

Berlibur bersama keluarga ke Mini Zoo Bintan merupakan pilihan yang tepat. Apalagi dengan membawa sang buah hati, sembari mengenalkan hewan-hewan yang mungkin belum pernah dilihatnya. Seperti burung kasuari, ayam kalkun, kijang, aneka jenis primata, aneka jenis burung, dan aneka fauna lainnya. Aktifitas berlibur pun tidak sekadar untuk bersenang-senang tetapi juga bisa menambah wawasan.

Berjalan Di Atas Pohon

Berlibur ke Mini Zoo Bintan tidak sekadar melihat binatang, tetapi juga bisa untuk rileksasi. Lokasi kebun binatang mini ini terletak di simpang jalan besar yang masih jarang lalu-lalang kendaraan sehingga terkesan sepi dan tenang. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah pepohonan dan rerumputan hijau.
Berwisata ke Mini Zoo Bintan tidak sekadar menyaksikan aneka fauna saja. Tetapi terdapat banyak suguhan destinasi menarik lain di sekitarnya. Tepat di sebelah kebun binatang ini terdapat taman kota yang cantik nan unik.

Di taman ini pengunjung dimanjakan dengan jalan setapak yang bercabang-cabang. Jalan setapak ini tidak seperti yang dibayangkan. Tidak menjejak di atas tanah melainkan berada di ketinggian 5 meter.

Konsepnya sedikit mirip dengan taman nasional di hutan Kalimantan. Hanya saja tidak menggantung di antara pepohonan. Juga tidak berbahan kayu sebagaimana jembatan gantung yang diikat dengan tali.

Taman Kijang Citywalk ini luasnya setara lapangan sepakbola. Jalan gantung nan tinggi ini memang menjadi incaran pengunjung. Tidak perlu khawatir bergoyang. Karena jalan gantung tersebut berbahan beton.

Bagian bawahnya ditopang oleh tiang-tiang besi. Lebar jalan setapak ini hanya satu meter. Tetapi panjangnya mampu membuat pengunjung merasa puas mengitarinya. Berjalan di ketinggian yang dikeilingi oleh rimbun pepohonan hijau akan menjadi pengalaman yang berkesan.

Di bawah jalan gantung tersebut terdapat padang rumput hijau yang juga bisa dijadikan pilihan. Tepat di seberang pintu turun dari jalan gantung ini terdapat lapangan bermain nan luas yang menyatu dengan lapangan basket.

Menuju Ke Sana

Mini Zoo Bintan terdapat di Kecamatan Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Di Pulau Bintan terdapat 2 wilayah otonomi: Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Sedangkan akses utama untuk menuju ke kebun binatang ini adalah melalui Tanjungpinang yang merupakan ibukota provinsi.

Dari Tanjungpinang menuju Mini Zoo Bintan dapat ditempuh selama 30 menit dengan menggunakan mobil atau sepeda motor. Posisi geografis Mini Zoo Bintan ini berada di ujung selatan Pulau Bintan. Berlawanan dengan Lagoi, kawasan wisata populer yang berada di pesisir utara yang masih berada di kabupaten yang sama.

Tempat persewaan mobil tersedia banyak di pusat kota Tanjungpinang. Tarif sewa sekitar 300 ribu per hari. Namun jika ingin menyewa sepeda motor langsung saja datangi tukang ojek yang banyak mangkal di sekitar pelabuhan Tanjungpinang. Tarif sewa sekitar 80 ribu per hari, tergantung negosiasi.

Wilayah Kabupaten Bintan terkesan lebih sepi dan tenang dibandingkan Tanjungpinang yang ramai. Sehingga banyak warga Tanjungpinang yang menghabiskan akhir pekan di kabupaten yang berjiran dekat ini.

Masjid Cheng Ho Bergaya Oriental di Pulau Batam

Masjid Muhammad Cheng Ho di Batam

Pulau Batam menjadi salah satu tempat berdirinya Masjid Cheng Ho. Selain Surabaya, Semarang, dan Palembang. Muhammad Cheng Ho adalah seorang pahlawan Muslim dari Negara Tiongkok yang melakukan ekspedisi pelayarannya hingga ke Indonesia.

Ia membawa serta lebih kurang 27.000 anak buahnya selama tujuh kali dalam kurun waktu tahun 1416. Kedatangannya disambut baik oleh raja-raja di Indonesia. Ia juga mempunyai peranan penting dalam penyebaran agama Islam di Nusantara.

Beberapa daerah yang menjadi jalur pelayaran Cheng Ho dibangun Masjid berarsitektur khas Tiongkok di dalamnya. Hal ini untuk mengenang perjalanannya yang pernah menjejak di bumi Indonesia.

Desain Masjid yang tidak biasa menjadi pemandangan menarik bagi siapa saja yang melihatnya. Dibuat dengan gaya bangunan ala Negeri Tirai Bambu. Bagian atapnya tidak berbentuk kubah melainkan lebih mirip pagoda sebagaimana yang sering terlihat pada desain rumah ibadah umat Buddha.

Warna yang digunakan hampir keseluruhannya diolesi dengan merah pekat. Beberapa ornamen kaligrafi berbentuk lingkaran diselipkan pada temboknya. Di selasar kiri Masjid terdapat sebuah beduk merah berukuran lebih kecil dari biasanya yang dipasang tergantung.

Masjid ini sudah dua tahun berdiri tepatnya tanggal 21 Februari 2015 yang diresmikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Namun, belum banyak warga Batam yang mengetahui keberadaannya. Minimnya publikasi serta lokasinya yang berada di kawasan pesisir Pulau Batam dan melewati banyak persimpangan membuat Masjid ini sedikit sulit ditemukan.

Namun, beberapa wisatawan tampak bertandang ke Masjid nan unik ini. Tentu saja mereka tidak ingin melewatkan berswafoto di depannya. Ya, bentuknya yang unik serta warnanya yang mencolok Masjid ini menghasilkan gambar yang bagus saat difoto.

White Sands Island, Serasa di Pulau Pribadi

Cantiknya Pulau Beralas Pasir

Jika berbicara mengenai pantai di Pulau Bintan umumnya ingatan orang akan tertuju pada Trikora yang merupakan pantai favorit warga setempat. Namun masih ada pantai yang tak kalah menarik dengan hamparan pasir putih halus bertekstur tebal dan gembur. Pantai ini masih berada di wilayah perairan yang sama. Hanya saja terletak di pulau terpisah namun masih bernaung di gugusan Kepulauan Bintan. Banyaknya tumpukan pasir di pantai tersebut sehingga pulau ini dinamakan dengan Pulau Beralas Pasir atau White Sands Island.

Pulau Beralas Pasir merupakan pulau kecil yang memiliki luas satu setengah kali lapangan sepakbola. Pulau ini dikelola secara profesional oleh swasta. Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas yang memanjakan aktifitas berlibur bagi wisatawan, mulai dari penginapan, kafe, hingga sport water.

Adapun fasilitas yang dapat dinikmati di pulau mungil ini yaitu kayaking, voli pantai, hammock, ayunan, dan pondok-pondok cantik tempat bersantai. Selain itu terdapat beberapa meja bulat dan kursi berwarna putih yang beralas pasir tepat di bawah rimbun pepohonan tak jauh dari kafe. Suasananya terkesan romantis.

Tidak semua lahan di pulau ini dimanfaatkan sebagai lokasi wisata. Hanya sebagian saja, tepatnya di ujung pulau. Sebagiannya lagi masih ditumbuhi habitat mangrove namun masih beralaskan pasir putih. Saat pertama kali memasuki pulau ini dengan menggunakan speed boat maka akan terlihat jelas hamparan pasir putih yang dikelilingi lautan berwarna hijau tosca. Beningnya laut di sekitar pulau menambah cantik panorama di pulau ini.

Gemburnya pasir putih yang mengalasi pulau ini bisa membenamkan kaki. Namun tidak perlu khawatir, karena tetap aman saat melintasi hamparan pasir di atasnya. Dari tempat berlabuhnya speed boat menuju pondok atau kafe di atasnya berjarak sekitar 25 meter, yang juga merupakan lebar dari pantai tersebut. Sungguh memuaskan beraktifitas di atasnya.

Posisi pantai yang terletak di ujung pulau menyuguhkan banyak pilihan spot untuk menikmati pantai. Mulai dari sisi kanan, kiri, dan ujung pulau. Di tengah-tengahnya ditumbuhi pepohonan besar yang dipasang hammock di celah-celahnya. Bak suasana di hutan, namun jarak antar pohon terlihat jarang-jarang dan beralaskan pasir putih. Semua sisi memiliki fasilitas yang bisa dinikmati.

Di Pulau ini juga terdapat habitat penyu. Jika sudah mendengar hewan penyu yang berhabitat di suatu pulau biasanya identik dengan keindahan alam lautnya. Ya, penyu-penyu ini seolah memberitahu bahwa pesona laut di sini sungguh menawan. Tidak banyak memang penyu yang bertelur di sini. Namun cukup memberikan suguhan yang berkesan bisa melihat tukik-tukik atau anak-anak penyu yang berlarian menuju laut. Penyu-penyu yang bertelur di sini dirawat oleh pengelola pulau hingga masa pelepasan ke laut.

Menuju Kesana

Pulau Beralas Pasir bisa ditempuh dari Kota Tanjungpinang dengan lama perjalanan sekitar satu jam. Bagi yang melalui pelabuhan di Tanjunguban bisa juga ditempuh dengan jarak yang tidak jauh berbeda. Saat menuju pos keberangkatan menuju Pulau Beralas Pasir nantinya akan melintasi pesisir Pantai Trikora.

Pulau ini merupakan milik pribadi yang dikelola untuk umum. Masuk ke dalamnya dikenakan biaya sebesar Rp. 150 ribu per orang. Biaya tersebut belum termasuk biaya penginapan. Sebelum menyeberang ke pulau cantik ini, terlebih dahulu wisatawan diharuskan berkumpul di pos keberangkatan yang terletak di salah satu sudut Pulau Bintan.

Pos keberangkatan ini juga sebagai tempat pembelian tiket masuk. Semua wisatawan akan diberikan life jacket sebelum menaiki speed boat berkapasitas tujuh orang.

Dari pelabuhan keberangkatan saja sudah bisa dinikmati beningnya air laut yang dipagari pepohonan dan bebatuan granit. Dari sini juga sudah bisa terlihat Pulau Beralas Pasir yang tampak mengecil di ujung sana. Jarak tempuh menuju Pulau Beralas Pasir dari pos keberangkatan ini adalah sepuluh menit dengan menggunakan speed boat.

Nuansa Alam di Nirwana Resort

Nuansa Alam di Nirwana Resort Bintan

Libur lebaran semakin dekat. Pesona Pulau Bintan tetap menjadi daya pikat. Pulau cantik ini, khususnya kawasan wisata terpadu Lagoi, memiliki banyak pilihan akomodasi berkelas. Salah satunya adalah Nirwana Resort.

Nirwana Resort merupakan resor terbesar di Pulau Bintan. Resor ini bernaung di bawah Nirwana Gardens yang menempati lahan 330 hektar. Terletak di sepanjang pesisir pantai yang memiliki air laut nan menawan. Hamparan pasir putihnya nan lembut diterpa deru ombak yang menepi mampu menenangkan hati.

Kamar-kamar di resor ini menempati pada bangunan berlantai tiga. Total kamar di sini ada 64 tipe Deluxe Rooms bertarif S$375 per malam dan 61 tipe Superior Rooms bertarif S$325 per malam. Dilengkapi dengan fasilitas kulkas mini, TV LCD, wifi gratis, serta satu set pembuat kopi/teh.

Resor yang pengunjungnya didominasi oleh wisatawan mancanegara ini menerapkan konsep eco-resort. Kendaraan yang digunakan di dalam kawasan bertenaga listrik. Terdapat banyak pepohonan besar berdiri kokoh yang mampu menaungi dari teriknya mentari. Bagai berada di dalam hutan saja. Segar sekali.

Terdapat kebun binatang mini di dalam kawasan ini. Anda bisa menyaksikan buaya, trenggiling, landak, ular, kera, aneka unggas nan cantik, dan banyak fauna lainnya di sini. Kebun binatang ini menempati lahan memanjang setara dua kali lapangan tenis.

Resor ini memiliki konsep outdoor nan cantik. Halamannya luas dilapisi dengan hamparan rumput hijau serta menghadap langsung ke pantai. Jalan-jalan setapak dibuat di antaranya terhubung ke berbagai spot menarik di kawasan tersebut.

Salah satunya terhubung ke kolam renang yang didesain layaknya taman. Aneka tanaman hias dipajang di beberapa sudut. Tanaman yang dipajang rata-rata berjenis bonsai. Bentuk kolam renang tidak monoton segiempat. Tetapi didesain menarik dan terlihat elegan.

Kolam renang ini bersebelahan langsung dengan pantai. Sambil berenang Anda bisa menikmati panorama laut nan terbentang luas. Lautan di depannya merupakan ujung dari Selat Malaka yang berbatasan langsung dengan dua negara: Singapura dan Malaysia.

Masih di kawasan halaman dekat pantai terdapat sebuah restoran. Aneka makanan dan minuman bisa dipilih sesuai selera. Mulai dari citarasa lokal hingga internasional seperti. Dekorasi restoran sungguh menarik. Penataan kursi dan meja yang dipagari dengan hiasan berupa replika tanaman menjalar.

Restoran ini dikonsep terbuka. Sambil menikmati sarapan, mata dimanjakan dengan hijaunya panorama padang rumput. Restoran ini juga terletak tidak jauh dari kolam renang. Selain memandangi rerumputan Anda juga bisa menikmati pantai, laut, dan kolam renang secara bersamaan.

Selain Nirwana Resort, ada empat hotel dan resor yang bernaung di bawah Nirwana Gardens yang masih menempati satu kawasan terpadu, diantaranya: Nirwana Beach Club, Indra Maya Pool Villa, Banyu Biru Villas, dan Mayangsari Beach Resort.
Menuju Ke Sana

Nirwana Resort berada di kawasan wisata terpadu Lagoi, Pulau Bintan. Luasnya lahan yang ditempati sehingga cukup mudah untuk mencari keberadaannya.

Ada tiga alternatif menuju ke sini. Pertama, dari Batam menyeberang ke Tanjungpinang dengan menggunakan feri cepat. Dari Tanjungpinang masih menempuh perjalanan darat selama sekitar dua jam dengan menggunakan mobil.

Jalur alternatif kedua, dari Batam bisa langsung ke Tanjunguban dengan menggunakan feri. Feri besar ini memungkinkan untuk membawa kendaraan roda empat. Dari Tanjunguban ke Lagoi dua kali lebih cepat ketimbang dari Tanjungpinang.

Jalur alternatif ketiga langsung menuju pelabuhan Bandar Bentan Telani yang berada di kawasan Lagoi. Jalur ini adalah yang paling cepat. Pelabuhan ini merupakan gerbang masuk wisatawan mancanegara karena terhubung langsung dengan Singapura.