Menengok Kejayaan Melayu di Pulau Penyengat

Masjid Penyengat

Provinsi Kepri yang wilayahnya didominasi oleh lautan tidak hanya menyuguhkan wisata tentang pantai saja. Letak geografisnya yang strategis berada di jalur pelayaran dunia Selat Malaka membuat wilayah ini sangat berpengaruh dalam perkembangan sejarah Melayu. Jejak peradabannya di Pulau Penyengat menjadi destinasi favorit wisatawan.

Penyengat merupakan sebuah pulau kecil yang merupakan gugusan dari Kepulauan Bintan. Jaraknya sepelemparan batu saja dari Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepri yang bernaung di Pulau Bintan. Bentuknya yang kecil membuat pulau tersebut dapat terlihat utuh dari bibir Pulau Bintan.

Jejak sejarah kerajaan Melayu Riau-Lingga masih terasa kental di pulau ini. Salah satu peninggalannya yang menjadi ikon pulau ini adalah Masjid Penyengat. Masjid yang dibangun oleh Raja Ali Haji ini memiliki desain bangunan nan artistik.

Empat menara dan lima kubah yang menghias di atasnya dengan dominasi warna kuning terlihat mencolok. Bahkan tampak dari Kota Tanjungpinang di pulau seberang. Bentuk atap Masjid inilah yang menjadi ciri khas pulau bergelar Indrasakti.

Tidak hanya desainnya yang khas. Dari sisi proses berdirinya Masjid ini menyimpan keunikan lainnya yaitu dibangun tidak hanya dengan batu melainkan juga menggunakan telur. Putih telur dijadikan sebagai bahan perekat bangunan ini. Tak heran kalau Masjid ini sering dijadikan tempat selfie atau sasaran fotografer.

Memasuki Masjid ini pengunjung harus menaati peraturan yang ada. Seperti berpakaian sopan dan melepaskan alas kaki di kawasan sekitarnya. Di teras depan terdapat sebuah gazebo atau pondok panggung khas Melayu yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai. Di Masjid ini terdapat dua buah al Quran hasil tulisan tangan yang ditulis oleh Abdurrahman Stambul yang diselesaikan pada tahun 1867.

Bukti sejarah Kerajaan Melayu di Pulau Penyengat membekas jelas. Selain Masjid, masih terdapat banyak situs-situs sejarah lainnya yang bisa dikunjungi. Salah satunya yang menjadi favorit wisatawan adalah Istana Kantor.

Disebut Istana Kantor karena selain berfungsi sebagai kediaman Raja Ali yang Dipertuan Muda Riau VIII, istana yang didirikan pada tahun 1844 ini juga berfungsi sebagai kantor pada masanya. Bangunan megah nan artistik yang juga bernama Marhum Kantor ini memiliki luas satu hektar.

Selain itu, tempat lainnya yang menjadi incaran wisatawan adalah gedung Balai Adat. Gedung berpanggung yang menghadirkan nuansa Melayu ini merupakan tempat untuk menyambut tamu atau perjamuan orang-orang penting pada masa kerajaan dahulu. Gedung ini berlokasi persis di bibir pulau. Di sini Anda bisa menemukan aneka souvenir cantik yang terbuat dari Gonggog, yaitu jenis siput yang merupakan kuliner khas Melayu Kepri.

Nilai sejarahnya yang tinggi serta kontribusi besarnya pada dunia Melayu yaitu sebagai tempat lahirnya bahasa Melayu yang diadopsi menjadi bahasa Indonesia sehingga membuat Pulau Penyengat menjadi perhatian khusus. Pada tanggal 22 hingga 24 Juli 2017 lalu digelar perhelatan Festival Pulau Penyengat 2017 yang juga merupakan program nasional Kementerian Pariwisata Indonesia.

 

Menuju Ke Sana

Pulau Penyengat terletak di seberang pulau yang menaungi ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Sehingga berangkat darimanapun harus transit ke Tanjungpinang terlebih dahulu sebelum menyeberang ke pulau bersejarah itu. Jarak tempuh dari Tanjungpinang ke Pulau Penyengat selama 15 menit perjalanan menggunakan pompong, perahu kecil bermesin yang mampu menampung hingga 15 penumpang. Ongkosnya Rp. 8 ribu per orang untuk sekali jalan.

Akses menuju Tanjungpinang sangatlah mudah. Ibukota yang bernaung di Pulau Bintan ini memiliki akses transportasi langsung ke kota-kota besar bahkan luar negeri. Intensitas keberangkatan paling sering menuju Tanjungpinang adalah dari Pulau Batam. Hampir setiap setengah jam sekali ada feri cepat yang pulang pergi antar Batam dan Tanjungpinang mulai pagi hari hingga menjelang magrib.

Selain dari Batam, Tanjungpinang juga bisa diakses langsung dari semua kabupaten di Provinsi Kepri seperti Karimun, Lingga, Anambas, hingga Natuna dengan menggunakan transportasi laut. Untuk akses antar provinsi terutama dari Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia bisa diaskes langsung dengan menggunakan pesawat.

Letak geografisnya yang berdekatan dengan negeri jiran membuat Kota Tanjungpinang bisa diakses langsung dari dua negara, Malaysia dan Singapura dengan menggunakan feri cepat. Menuju Pulau Penyengat memang masih mengandalkan Tanjungpinang sebagai lokasi transit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *