Jelajah Pulau Kundur

Selamat datang di Pulau Kundur

Selamat datang di Tanjungbatu. Kalimat tersebut akan menyambut kedatangan Anda ketika menginjakkan kaki pertama kali di Pulau Kundur. Tanjungbatu adalah pusat kota dengan penduduk terpadat di pulau ini. Secara administratif masih termasuk wilayah Kabupaten Karimun di provinsi Kepri.

Saat menginjakkan kaki di pelabuhan Tanjungbatu tidak perlu merasa bingung. Karena sesungguhnya Anda sudah berada di pusat kota. Tanjungbatu merupakan sebuah kota di tepi laut. Dengan mudah Anda bisa menemukan hotel, rumah makan, transportasi, dan fasilitas lainnya hanya dengan berjalan kaki.

Di Tanjungbatu terdapat beberapa pusat kuliner tradisional yang disebut dengan Akau. Akau buka mulai sore hari hingga tengah malam. Jaraknya dekat dengan penginapan di pusat kota. Cukup ditempuh dengan berjalan kaki.

Tugu kapal berdiri kokoh di persimpangan kota. Warna kuning pada kapal tersebut menggambarkan identitas Melayu. Suku Melayu dikenal sebagai warga pesisir yang tidak bisa dipisahkan dari aktifitas bahari.

Di Tanjungbatu terdapat sebuah gedung tua bernama Balai Sri Gading. Gedung yang arsitektur bangunannya terpengaruh gaya Eropa ini digunakan untuk acara resmi pemerintahan.

Pulau Kundur juga dijadikan sebagai lokasi pendidikan kepolisian atau Sekolah Polisi Negara (SPN) untuk wilayah Polda Kepri. Gedung yang digunakan merupakan peninggalan asli pada jaman penjajahan Belanda.

Meski merupakan sebuah pulau kecil, namun Pulau Kundur juga turut berperan dalam menumpas penjajahan Belanda dan Jepang. Tercatat ada lima pahlawan yang dikenang di pulau ini yaitu

yangPilihan objek wisata lainnya adalah Pantai Lubuk. Bebatuan granit tampak menumpuk pada salah satu sudut pantai berpasir putih dengan garis pantai sepanjang dua kilometer ini. Deretan pondok tempat bersantai bisa ditempati sambil memesan makanan yang dijual warga sekitar. Pesona matahari terbenam memberikan suguhan nan memukau di pantai ini.

Setelah puas seharian berkeliling Pulau Kundur, malam hari bisa dihabiskan dengan bersantai di pusat kota Tanjungbatu sambil bersantap di Akau. Akau adalah kawasan kuliner tradisional beratapkan langit dengan aneka jajanan gerobak yang mengelilinginya. Ragam jajanan seperti sate, mi goreng, soto, roti prata, nasi goreng, minuman bandrek, kopi, teh tarik, dan lainnya bisa dipesan di sini. Harganya yang terjangkau berkisar 4 ribu hingga 13 ribu rupiah mampu memanjakan perut yang kosong.

Pagi hari bisa dilakoni dengan bersepeda mengelilingi kota Tanjungbatu nan mungil. Sembari menyaksikan pesona matahari terbit yang muncul dari balik Pulau Ungar (Alai) di seberang. Keindahan sunrise ini bisa disaksikan langsung dari dermaga-dermaga yang ada.

Menuju Ke Sana

Menuju Pulau Kundur dapat ditempuh dari Pulau Batam selama 1,5 jam dengan menggunakan feri. Tiket feri dibanderol Rp. 130 ribu untuk sekali jalan. Nama Kundur memang masih kalah populer daripada nama ibukotanya sendiri sehingga saat berada di pelabuhan Sekupang, Batam, ucapkanlah kepada petugas tiket nama tujuan, “Tanjungbatu!”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *