Jalan-jalan Malam di Kota Tua Karimun

Suasana Tanjung Balai Karimun di Malam Hari

Pulau Karimun yang berada di jalur strategis Selat Malaka telah menjadi tempat persinggahan para pelaut sejak berabad silam. Pulau ini meninggalkan jejak kota lama yang menjadi pusat perekonomian hingga sekarang di Kota Tanjung Balai Karimun.

Pesona kota tua terpancar dari raut kotanya yang eksotis serta memiliki jalanan yang sempit. Meski sebagian bangunannya sudah menjelma menjadi bergaya modern namun kesan kota tua seakan tak lekang dimakan waktu. Sekilas mirip kota tua di Malaka, Malaysia.

Sebagaimana kota tua di daerah lainnya, Tanjung Balai Karimun pun berada di wilayah pesisir, berdekatan dengan pelabuhan. Saat pertama kali menginjakkan kaki di pelabuhan pulau yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Karimun ini di saat yang sama Anda sudah berada di pusat kotanya.

Kota Tua Tanjung Balai Karimun menyuguhkan ragam pilihan aktifitas yang bisa dinikmati. Saat siang hari, deretan kedai kopi bisa dijadikan tempat nongkrong yang asyik. Sajian minuman seperti teh o, kopi o, teh tarik, dan lainnya bisa menjadi peneman sembari menyaksikan geliat perekonomian di kota tua ini.

Ruko-ruko tua berjejer di sepanjang Jalan Nusantara ini. Mulai dari kedai kopi, toko pakaian, aneka oleh-oleh khas Karimun, hingga ragam penginapan. Karimun dikenal sebagai sentra perikanan dan sagu. Anda bisa menemukan dengan mudah oleh-oleh khas Negeri Berazam yang didominasi dengan makanan olahan ikan dan sagu seperti kerupuk ikan, kerupuk sagu, dll. disini.

Aroma Kota Tua Tanjung Balai Karimun semakin terasa saat malam menjelang. Para pedagang kaki lima membuka lapak di sebuah jalan khusus yang menjelma menjadi pasar malam. Mulai dari pedagang souvenir, kaos, jajanan pasar, hingga foodcourt atau pujasera menyatu di sini.

Beberapa lapak kedai kopi yang senantiasa ramai pun turut memenuhi kawasan pasar malam ini. Pasar malam ini terletak di pusat kota tua yang berdekatan dengan pelabuhan. Sangat mudah dijangkau karena berjarak dekat dengan banyak penginapan. Banyak wisatawan yang berkunjung ke sini.

Tak jauh dari pasar malam, terdapat pusat kuliner ala foodcourt tradisional dikelilingi pedagang gerobak yang beratapkan langit. Masyarakat setempat mengenalnya dengan Akau Taman Bunga. Akau ini berada persis di pelabuhan besar Tanjung Balai Karimun.

Ragam makanan tradisional seperti nasi goreng kampung, mi goreng melayu, soto, sate, bakso, dll. tersaji di sini. Aneka minuman khas pun bisa dijadikan pelepas dahaga seperti teh tarik, teh o, kopi o, teh obeng, hingga jus buah-buahan. Kesan romantis yang disuguhkan akau ini, mulai percikan cahaya lampu kuning serta pepohonan rindang yang tumbuh di sekitarnya, mampu meredakan rasa lelah sembari menyantap makanan atau menyeruput minuman.

Menginap di hotel mana pun di kota tua ini aksesnya senantiasa mudah untuk menjangkau baik ke pasar malam, akau taman bunga, atau pun spot-spot menarik lainnya di kawasan ini. Saat musim durian, Anda bisa menemukan beberapa buah asal Pulau Kundur itu di kota tua ini. Biasanya durian dijajakan dengan cara digantung di dalam gerobak sebagaimana gerobak makanan.

Menuju Ke Sana

Kota Tua Tanjung Balai Karimun memiliki akses yang sangat mudah dijangkau. Kota Tua yang juga merupakan jantung perekonomian di Kabupaten Karimun ini terletak di jalur pelayaran dunia Selat Malaka. Tidak hanya dari Pulau Batam, bahkan bisa diakses langsung dari dua negara tetangga: Singapura dan Malalysia.

Dari Batam, hampir setiap jam ada feri cepat yang melayani keberangkatan dari atau ke Tanjung Balai Karimun. Mulai dari pagi hingga sore hari sekitar pukul empat. Selain itu, bisa juga diakses langsung dari Ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Tanjungbatu, bahkan provinsi jiran seperti Dumai, Riau.

Terdapat banyak jasa sewa mobil dan motor di pusat kota tua ini. Jika hendak menyewa motor cukup datangi saja tukang ojek yang mangkal di sekitar pelabuhan. Namun akan lebih berkesan jika menggunakan becak sepeda yang masih eksis hingga sekarang. Tarif sekali putaran di kota tua adalah Rp. 20 ribu.

Berbagai penginapan dapat dengan mudah ditemukan di kawasan kota tua ini. Tarifnya mulai dari Rp. 90 ribu hingga Rp. 600 ribu per malam. Menginap di sini tidak perlu lagi menggunakan jasa transportasi yang ada. Karena selama masih di kota tua, akses menuju kemana pun sangatlah dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *