15 Hari Jelajah Asia Tenggara – OpenTrip

Jelajah Asia Tenggara lewat Darat

Asia Tenggara merupakan wilayah geografis yang ditempati oleh Indonesia. Di dalamnya terdapat 11 negara yang juga sering disebut dengan negara-negara Asean. Beberapa negaranya terletak satu daratan yang saling terhubung seperti Malaysia, Thailand, Laos, dan Vietnam.

Meski Indonesia berada di pulau terpisah dengan negara-negara tersebut, namun karena kesamaan letak geografis sehingga cukup mudah untuk menjangkaunya. Bahkan, beberapa negaranya yaitu Singapura dan Malaysia bisa ditempuh kurang dari satu jam dari Indonesia, khususnya dari wilayah Provinsi Kepri dengan menggunakan feri cepat.

Penulis sudah melakukan perjalanan menjelajahi negara-negara tersebut sebanyak dua kali. Pertama, melakukannya seorang diri atau solo backpacker. Perjalanan kedua, penulis melakukannya bersama istri setelah menikah. Rute negara yang dilalui pada dua kali pengalaman tersebut adalah sama yaitu Malaysia, Thailand, Laos, dan Vietnam.

Hanya saja, lintasan jalur yang dilewati berbeda. Saat pertama, penulis melintasi jalur tengah dengan melewati Vientiane, ibu kota negara Laos. Sedangkan perjalanan kedua, penulis memilih jalur utara dengan melintasi Chiang Mai, Chiang Rai, dan Luang Prabang.

Bagi Anda yang juga ingin merasakan sensasi perjalanan melintasi empat negara berbeda dengan melalui jalur darat atau menggunakan bus, penulis memberikan kesempatan dengan mengadakan Open Trip. Nantinya penulis akan memandu perjalanan sebagaimana yang pernah penulis lakukan sebelumnya. Silakan hubungi 085292311441 (lihat poster).

Transit Singapura Sebelum Pulang

Di Masjid Sultan Singapura

Penampakan gedung-gedung pencakar langit terlihat rapi dari dari ketinggian. Panorama kota yang tertata sangat apik. Hamparan hijau rumput pun terlihat indah. Pesawat yang aku naiki masih terbang di udara. Menuju Singapura.

Continue reading “Transit Singapura Sebelum Pulang”

Selangkah Menuju Tiongkok

Di ruang tunggu bandara No Bai Hanoi, Vietnam

Hari terakhir di Hanoi. Hari terakhir pula petualangan menempuh Asia Tenggara hinggaVietnam Utara tanpa pesawat ini. Selesai sudah perjalanan darat. Hari ini aku akan menuju Singapura menggunakan pesawat.

Continue reading “Selangkah Menuju Tiongkok”

Melihat Keajaiban Halong Bay

Membeli buah di pelabuhan terapung

Hari ini aku akan menghabiskan waktu seharian di tempat yang ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Halong Bay. Hamparan bebatuan karst raksasa di sebuah teluk bernama Halong membuatnya berhasil dinobatkan sebagai daerah dengan keajaiaban alam. Bebatuan karst yang menjulang di sini jumlahnya mencapai sekitar dua ribu.

Continue reading “Melihat Keajaiban Halong Bay”

Malam Pertama di Hanoi

Suasana riuh old quarter Hanoi di malam minggu

Wajah kota Vietnam terlihat semakin modern. Jalur jalan tol yang berbentuk memutar seperti benang yang terlilit. Cahaya kuning lampu jalan menernagi jalan. Gedung-gedung pencakar langit mulai terlihat. Jarum jam hampir mendekati pukul tujuh malam. Aku tiba di Hanoi.

Continue reading “Malam Pertama di Hanoi”

Penuh Sensasi Menembus Vietnam

Pemeriksaan Paspor oleh tentara Vietnam

Tepat pukul tujuh malam bis meninggalkan Vientiane. Bangku di sebelahku ditempati oleh warga Vietnam bernama Hung Dong Minh yang dipanggil dengan Hung. Usianya sebaya denganku. Ia merupakan pekerja bank di Vientiane.

Continue reading “Penuh Sensasi Menembus Vietnam”

5 Jam di Laos

Sholat Jumat di Vientiane, Laos

Vientiane tidak semegah Bangkok. Mungkin setara dengan Kota Malang atau Palembang. Namun, beberapa gedung tinggi tetap tak luput dari wajah sebuah ibukota negara. Hanya saja, tidak semenjulang sebagaimana gedung-gedung pencakar langit di Jakarta.

Continue reading “5 Jam di Laos”

Wajah Kota Vientiane

Pedagang roti baguette di sekitar Morning Market

SaibaideeVientiane! Ibukota Laos ini tampak sederhana. Letaknya persis di perbatasan dengan Thailand. Jika Anda menuju Laos dari Thailand melintasi perbatasan di bagian Selatan, kota pertama yang dijejaki langsung wilayah ibukota negara Laos. Tidak seperti beberapa negara di kawasan Asia Tenggara lainnya yang ibukota negaranya tidak menyentuh perbatasan negara.

Continue reading “Wajah Kota Vientiane”

Menembus Laos

Bersama warga Laos berdarah Pakistan

Aku bersiap meninggalkan Bangkok. Sambil menggendong ransel aku bergegas memasuki bis. Seorang pramugari bis berseragam rapi bak pramugari pesawat menyambut satu per satu penumpang yang menaiki bis. Setiap penumpang yang masuk akan ditanya kemana kota tujuan. Tiba giliranku, sang pramugari tersebut bertanya dengan bahasa Thai. Aku diam tak mengerti. Ia lalu menggantinya dengan Bahasa Inggris. “Where do you go?” tanyanya dengan aksen cadel khas Thailand. “Nongkhai,” jawabku.

Continue reading “Menembus Laos”

Asiknya Jalur Kanal di Bangkok

Jalur kanal di pusat kota Bangkok

Berjalan kaki di jantung kota Bangkok, menyusuri trotoar. Melewati komplek kepresidenan. Tang-tank milik tentara Thailand terparkir di beberapa sudut jalan tersebut. Ada tentara yang berjaga di pos-pos tertentu. Kawasan sedang dalam pengawasan karena ada aksi demo sekelompok warga Thailand.

Continue reading “Asiknya Jalur Kanal di Bangkok”