Cantiknya Mini Zoo Bintan di Taman Kijang

Taman Kijang dan Mini Zoo

Bintan terkenal sebagai daerah yang menyimpan potensi pariwisata bahari. Keindahan pantai di pesisir utaranya memang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke pulau yang berjiran dekat dengan Singapura ini. Tetapi tahukah Anda di pulau yang juga menaungi Ibukota Provinsi, Tanjungpinang, ini juga terdapat taman yang dipenuhi dengan aneka satwa. Ya, di pulau ini terdapat kebun binatang.

Bukan kebun binatang biasa. Karena kawasan ini dikonsep menarik dengan taman kota nan cantik di sekitarnya. Jadi, selain memanjakan mata melihat aneka jenis satwa, bisa juga menikmati taman kotanya yang dikonsep seperti wahana di tengah hutan.

Kebun binatang ini ukurannya tergolong kecil. Tidak luas sebagaimana di kota-kota besar. Meski begitu, koleksi fauna di dalamnya layaknya sebagaimana di kebun binatang besar. Meski tidak banyak, beberapa binatang buas tampak menghuni di didalamnya seperti buaya, beruang, ular, dll. Tentu saja kandang-kandang yang dihuni hewan-hewan tersebut sudah memenuhi standar keamanan bagi pengunjung.

Kebun binatang ini diberi nama Mini Zoo Bintan. Terletak di Kota Kijang, salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Bintan. Belum banyak wisatawan di luar Pulau Bintan yang mengetahui keberadaan tempat rekreasi keluarga ini. Lokasinya yang jauh dari pusat ibukota provinsi dan bersaing dengan tempat-tempat wisata terkenal di Bintan membuat Mini Zoo jarang diprioritaskan untuk didatangi oleh wisatawan.

Berlibur bersama keluarga ke Mini Zoo Bintan merupakan pilihan yang tepat. Apalagi dengan membawa sang buah hati, sembari mengenalkan hewan-hewan yang mungkin belum pernah dilihatnya. Seperti burung kasuari, ayam kalkun, kijang, aneka jenis primata, aneka jenis burung, dan aneka fauna lainnya. Aktifitas berlibur pun tidak sekadar untuk bersenang-senang tetapi juga bisa menambah wawasan.

Berjalan Di Atas Pohon

Berlibur ke Mini Zoo Bintan tidak sekadar melihat binatang, tetapi juga bisa untuk rileksasi. Lokasi kebun binatang mini ini terletak di simpang jalan besar yang masih jarang lalu-lalang kendaraan sehingga terkesan sepi dan tenang. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah pepohonan dan rerumputan hijau.
Berwisata ke Mini Zoo Bintan tidak sekadar menyaksikan aneka fauna saja. Tetapi terdapat banyak suguhan destinasi menarik lain di sekitarnya. Tepat di sebelah kebun binatang ini terdapat taman kota yang cantik nan unik.

Di taman ini pengunjung dimanjakan dengan jalan setapak yang bercabang-cabang. Jalan setapak ini tidak seperti yang dibayangkan. Tidak menjejak di atas tanah melainkan berada di ketinggian 5 meter.

Konsepnya sedikit mirip dengan taman nasional di hutan Kalimantan. Hanya saja tidak menggantung di antara pepohonan. Juga tidak berbahan kayu sebagaimana jembatan gantung yang diikat dengan tali.

Taman Kijang Citywalk ini luasnya setara lapangan sepakbola. Jalan gantung nan tinggi ini memang menjadi incaran pengunjung. Tidak perlu khawatir bergoyang. Karena jalan gantung tersebut berbahan beton.

Bagian bawahnya ditopang oleh tiang-tiang besi. Lebar jalan setapak ini hanya satu meter. Tetapi panjangnya mampu membuat pengunjung merasa puas mengitarinya. Berjalan di ketinggian yang dikeilingi oleh rimbun pepohonan hijau akan menjadi pengalaman yang berkesan.

Di bawah jalan gantung tersebut terdapat padang rumput hijau yang juga bisa dijadikan pilihan. Tepat di seberang pintu turun dari jalan gantung ini terdapat lapangan bermain nan luas yang menyatu dengan lapangan basket.

Menuju Ke Sana

Mini Zoo Bintan terdapat di Kecamatan Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Di Pulau Bintan terdapat 2 wilayah otonomi: Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Sedangkan akses utama untuk menuju ke kebun binatang ini adalah melalui Tanjungpinang yang merupakan ibukota provinsi.

Dari Tanjungpinang menuju Mini Zoo Bintan dapat ditempuh selama 30 menit dengan menggunakan mobil atau sepeda motor. Posisi geografis Mini Zoo Bintan ini berada di ujung selatan Pulau Bintan. Berlawanan dengan Lagoi, kawasan wisata populer yang berada di pesisir utara yang masih berada di kabupaten yang sama.

Tempat persewaan mobil tersedia banyak di pusat kota Tanjungpinang. Tarif sewa sekitar 300 ribu per hari. Namun jika ingin menyewa sepeda motor langsung saja datangi tukang ojek yang banyak mangkal di sekitar pelabuhan Tanjungpinang. Tarif sewa sekitar 80 ribu per hari, tergantung negosiasi.

Wilayah Kabupaten Bintan terkesan lebih sepi dan tenang dibandingkan Tanjungpinang yang ramai. Sehingga banyak warga Tanjungpinang yang menghabiskan akhir pekan di kabupaten yang berjiran dekat ini.

White Sands Island, Serasa di Pulau Pribadi

Cantiknya Pulau Beralas Pasir

Jika berbicara mengenai pantai di Pulau Bintan umumnya ingatan orang akan tertuju pada Trikora yang merupakan pantai favorit warga setempat. Namun masih ada pantai yang tak kalah menarik dengan hamparan pasir putih halus bertekstur tebal dan gembur. Pantai ini masih berada di wilayah perairan yang sama. Hanya saja terletak di pulau terpisah namun masih bernaung di gugusan Kepulauan Bintan. Banyaknya tumpukan pasir di pantai tersebut sehingga pulau ini dinamakan dengan Pulau Beralas Pasir atau White Sands Island.

Pulau Beralas Pasir merupakan pulau kecil yang memiliki luas satu setengah kali lapangan sepakbola. Pulau ini dikelola secara profesional oleh swasta. Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas yang memanjakan aktifitas berlibur bagi wisatawan, mulai dari penginapan, kafe, hingga sport water.

Adapun fasilitas yang dapat dinikmati di pulau mungil ini yaitu kayaking, voli pantai, hammock, ayunan, dan pondok-pondok cantik tempat bersantai. Selain itu terdapat beberapa meja bulat dan kursi berwarna putih yang beralas pasir tepat di bawah rimbun pepohonan tak jauh dari kafe. Suasananya terkesan romantis.

Tidak semua lahan di pulau ini dimanfaatkan sebagai lokasi wisata. Hanya sebagian saja, tepatnya di ujung pulau. Sebagiannya lagi masih ditumbuhi habitat mangrove namun masih beralaskan pasir putih. Saat pertama kali memasuki pulau ini dengan menggunakan speed boat maka akan terlihat jelas hamparan pasir putih yang dikelilingi lautan berwarna hijau tosca. Beningnya laut di sekitar pulau menambah cantik panorama di pulau ini.

Gemburnya pasir putih yang mengalasi pulau ini bisa membenamkan kaki. Namun tidak perlu khawatir, karena tetap aman saat melintasi hamparan pasir di atasnya. Dari tempat berlabuhnya speed boat menuju pondok atau kafe di atasnya berjarak sekitar 25 meter, yang juga merupakan lebar dari pantai tersebut. Sungguh memuaskan beraktifitas di atasnya.

Posisi pantai yang terletak di ujung pulau menyuguhkan banyak pilihan spot untuk menikmati pantai. Mulai dari sisi kanan, kiri, dan ujung pulau. Di tengah-tengahnya ditumbuhi pepohonan besar yang dipasang hammock di celah-celahnya. Bak suasana di hutan, namun jarak antar pohon terlihat jarang-jarang dan beralaskan pasir putih. Semua sisi memiliki fasilitas yang bisa dinikmati.

Di Pulau ini juga terdapat habitat penyu. Jika sudah mendengar hewan penyu yang berhabitat di suatu pulau biasanya identik dengan keindahan alam lautnya. Ya, penyu-penyu ini seolah memberitahu bahwa pesona laut di sini sungguh menawan. Tidak banyak memang penyu yang bertelur di sini. Namun cukup memberikan suguhan yang berkesan bisa melihat tukik-tukik atau anak-anak penyu yang berlarian menuju laut. Penyu-penyu yang bertelur di sini dirawat oleh pengelola pulau hingga masa pelepasan ke laut.

Menuju Kesana

Pulau Beralas Pasir bisa ditempuh dari Kota Tanjungpinang dengan lama perjalanan sekitar satu jam. Bagi yang melalui pelabuhan di Tanjunguban bisa juga ditempuh dengan jarak yang tidak jauh berbeda. Saat menuju pos keberangkatan menuju Pulau Beralas Pasir nantinya akan melintasi pesisir Pantai Trikora.

Pulau ini merupakan milik pribadi yang dikelola untuk umum. Masuk ke dalamnya dikenakan biaya sebesar Rp. 150 ribu per orang. Biaya tersebut belum termasuk biaya penginapan. Sebelum menyeberang ke pulau cantik ini, terlebih dahulu wisatawan diharuskan berkumpul di pos keberangkatan yang terletak di salah satu sudut Pulau Bintan.

Pos keberangkatan ini juga sebagai tempat pembelian tiket masuk. Semua wisatawan akan diberikan life jacket sebelum menaiki speed boat berkapasitas tujuh orang.

Dari pelabuhan keberangkatan saja sudah bisa dinikmati beningnya air laut yang dipagari pepohonan dan bebatuan granit. Dari sini juga sudah bisa terlihat Pulau Beralas Pasir yang tampak mengecil di ujung sana. Jarak tempuh menuju Pulau Beralas Pasir dari pos keberangkatan ini adalah sepuluh menit dengan menggunakan speed boat.

Jalan-jalan Malam di Kota Tua Karimun

Suasana Tanjung Balai Karimun di Malam Hari

Pulau Karimun yang berada di jalur strategis Selat Malaka telah menjadi tempat persinggahan para pelaut sejak berabad silam. Pulau ini meninggalkan jejak kota lama yang menjadi pusat perekonomian hingga sekarang di Kota Tanjung Balai Karimun.

Pesona kota tua terpancar dari raut kotanya yang eksotis serta memiliki jalanan yang sempit. Meski sebagian bangunannya sudah menjelma menjadi bergaya modern namun kesan kota tua seakan tak lekang dimakan waktu. Sekilas mirip kota tua di Malaka, Malaysia.

Sebagaimana kota tua di daerah lainnya, Tanjung Balai Karimun pun berada di wilayah pesisir, berdekatan dengan pelabuhan. Saat pertama kali menginjakkan kaki di pelabuhan pulau yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Karimun ini di saat yang sama Anda sudah berada di pusat kotanya.

Kota Tua Tanjung Balai Karimun menyuguhkan ragam pilihan aktifitas yang bisa dinikmati. Saat siang hari, deretan kedai kopi bisa dijadikan tempat nongkrong yang asyik. Sajian minuman seperti teh o, kopi o, teh tarik, dan lainnya bisa menjadi peneman sembari menyaksikan geliat perekonomian di kota tua ini.

Ruko-ruko tua berjejer di sepanjang Jalan Nusantara ini. Mulai dari kedai kopi, toko pakaian, aneka oleh-oleh khas Karimun, hingga ragam penginapan. Karimun dikenal sebagai sentra perikanan dan sagu. Anda bisa menemukan dengan mudah oleh-oleh khas Negeri Berazam yang didominasi dengan makanan olahan ikan dan sagu seperti kerupuk ikan, kerupuk sagu, dll. disini.

Aroma Kota Tua Tanjung Balai Karimun semakin terasa saat malam menjelang. Para pedagang kaki lima membuka lapak di sebuah jalan khusus yang menjelma menjadi pasar malam. Mulai dari pedagang souvenir, kaos, jajanan pasar, hingga foodcourt atau pujasera menyatu di sini.

Beberapa lapak kedai kopi yang senantiasa ramai pun turut memenuhi kawasan pasar malam ini. Pasar malam ini terletak di pusat kota tua yang berdekatan dengan pelabuhan. Sangat mudah dijangkau karena berjarak dekat dengan banyak penginapan. Banyak wisatawan yang berkunjung ke sini.

Tak jauh dari pasar malam, terdapat pusat kuliner ala foodcourt tradisional dikelilingi pedagang gerobak yang beratapkan langit. Masyarakat setempat mengenalnya dengan Akau Taman Bunga. Akau ini berada persis di pelabuhan besar Tanjung Balai Karimun.

Ragam makanan tradisional seperti nasi goreng kampung, mi goreng melayu, soto, sate, bakso, dll. tersaji di sini. Aneka minuman khas pun bisa dijadikan pelepas dahaga seperti teh tarik, teh o, kopi o, teh obeng, hingga jus buah-buahan. Kesan romantis yang disuguhkan akau ini, mulai percikan cahaya lampu kuning serta pepohonan rindang yang tumbuh di sekitarnya, mampu meredakan rasa lelah sembari menyantap makanan atau menyeruput minuman.

Menginap di hotel mana pun di kota tua ini aksesnya senantiasa mudah untuk menjangkau baik ke pasar malam, akau taman bunga, atau pun spot-spot menarik lainnya di kawasan ini. Saat musim durian, Anda bisa menemukan beberapa buah asal Pulau Kundur itu di kota tua ini. Biasanya durian dijajakan dengan cara digantung di dalam gerobak sebagaimana gerobak makanan.

Menuju Ke Sana

Kota Tua Tanjung Balai Karimun memiliki akses yang sangat mudah dijangkau. Kota Tua yang juga merupakan jantung perekonomian di Kabupaten Karimun ini terletak di jalur pelayaran dunia Selat Malaka. Tidak hanya dari Pulau Batam, bahkan bisa diakses langsung dari dua negara tetangga: Singapura dan Malalysia.

Dari Batam, hampir setiap jam ada feri cepat yang melayani keberangkatan dari atau ke Tanjung Balai Karimun. Mulai dari pagi hingga sore hari sekitar pukul empat. Selain itu, bisa juga diakses langsung dari Ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Tanjungbatu, bahkan provinsi jiran seperti Dumai, Riau.

Terdapat banyak jasa sewa mobil dan motor di pusat kota tua ini. Jika hendak menyewa motor cukup datangi saja tukang ojek yang mangkal di sekitar pelabuhan. Namun akan lebih berkesan jika menggunakan becak sepeda yang masih eksis hingga sekarang. Tarif sekali putaran di kota tua adalah Rp. 20 ribu.

Berbagai penginapan dapat dengan mudah ditemukan di kawasan kota tua ini. Tarifnya mulai dari Rp. 90 ribu hingga Rp. 600 ribu per malam. Menginap di sini tidak perlu lagi menggunakan jasa transportasi yang ada. Karena selama masih di kota tua, akses menuju kemana pun sangatlah dekat.

Taman Buah di Perkantoran Bupati Deliserdang

 

Taman Buah, Lubukpakam, Deliserdang, Sumatera Utara.

Taman Buah ini terdapat di Kota Lubukpakam, ibukota Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Menariknya, Taman Buah ini berada di areal komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Deliserdang. Taman Buah ini menempati lahan seluas 4 hektar atau sebagian kecil dari kawasan perkantoran bupati.

Aneka buah tropis dapat Anda temukan di sini. Mulai dari Manggis, Sukun, Rambutan, Nanas, Jambu Air, Durian, Jambu Bol, Jeruk Nipis, Jambu Biji, Duku, Mangga, Sawo Manila, dan banyak lagi buah lainnya. Buah-buahan ini boleh dipetik gratis oleh pengunjung saat masa panen.

Tidak hanya menikmati buah yang ada. Taman Buah ini didesain cantik layaknya taman bunga. Aneka ragam tanaman hias membuat Taman Buah ini terlihat semakin cantik. Dekorasi taman nan menarik dengan jalan-jalan setapak yang nyaman dijejaki membuat betah berlama lama berada disini.

Saat pertama kali memasuki taman ini Anda akan diarahkan pada sebuah jalan besar yang kedua jalurnya dibatasi dengan aneka tanaman hias ditengahnya. Mirip seperti konsep jalan raya. Sepanjang mata memandang keindahannya nyaris sempurna. Hampir tidak ada yang merusak pemandangan. Bebas sampah, padang rumput nan hijau, pepohonan buah yang tertata, bangku-bangku unik berbentuk buah, serta air mancur yang senantiasa menyala.

Bagaimana tidak, Taman Buah ini benar-benar dikelola serius dibawah Dinas Pertamanan Kab. Deliserdang. Para pekerja tetap yang membersihkan dan menata taman berjumlah 37 orang yang digaji Rp 2 juta lebih. Hm. Pantas saja.

Hamparan rumput terbentang luas yang dinaungi pepohonan durian nan tinggi. Sungguh nyaman dimanfaatkan untuk duduk santai di atasnya sambil memandangi aneka buah dan bunga yang sedap dipandang mata.

Tidak hanya buah dan tanaman hias, di sini juga terdapat tanaman obat keluarga atau TOGA yang menempati lahan khusus di tengah-tengah taman.

Di Taman Buah ini juga tersedia bangku-bangku tempat bersantai yang bentuknya dibikin mirip buah-buahan seperti pisang, nanas, dll.

Taman Buah ini juga sangat ramah bagi anak-anak. Disediakan arena bermain dengan berbagai wahana di tengah-tengah taman. Di taman ini juga terdapat toilet yang didesain dengan nuansa alam.

Meski berada di komplek perkantoran bupati, namun tempat ini terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun perlu diingat, harus menaati peraturan yang ada. Seperti membuang sampah pada tong-tong yang disediakan berdasarkan jenis sampah. Juga tidak dibenarkan memburu hewan yang ada di sekitar sini.

Taman Buah ini juga menyediakan lahan parkir baik kendaraan roda dua maupun empat yang cukup luas.

Jadi, kalau sedang berkunjung ke Kota Medan jangan lupa mampir ke sini ya. Jarak dari Medan dapat ditempuh selama 30 menit saja. Atau berada persis di pusat kota Lubukpakam, Kab. Deliserdang.

Masjid Sultan Deli Ikon Kota Medan

Masjid Raya Al Mashun Kota Medan

Masjid Raya al Mashun. Masjid ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah di Kota Medan, Sumatera Utara, yang diwariskan oleh Kesultanan Melayu Deli.

Masjid ini dibangun pada tahun 1906 oleh Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Namun Masjid ini baru difungsikan pertama kali pada tahun 1909. Masjid Raya Kota Medan ini hanya berjarak 200 meter dari Istana Maimun yang tersohor.

Masjid Sultan nan bersejarah kebanggaan warga Medan ini digunakan untuk beribadah sehari hari sebagaimana Masjid pada umumnya. Masjid ini juga menjadi daya tarik pariwisata. Banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke sini. Bagi wisatawan non muslim sudah dipersiapkan penutup aurat yang tersedia di gerbang masuknya.

Aristekturnya yang menarik, bergaya khas Melayu, membuat Masjid ini sering dijadikan objek berfoto. Usai sholat, selalu saja ada wisatawan yang berswafoto di depannya.

Masjid Raya Medan ini terletak di pusat kota. Di sekitarnya tersedia deretan hotel dan penginapan sehingga sangat mudah dijangkau oleh wisatawan, tinggal menyeberang jalan saja.

Menonton Ribuan Bangau di Taman Cemara

Taman Burung Cemara Asri

Di Kota Medan, Sumatera Utara, terdapat sebuah taman yang dihuni oleh ribuan bangau, namanya Taman Burung Cemara Asri. Ya, begitulah taman ini disebut.

Taman ini seakan menjadi paru-parunya Kota Medan. Di tengah hiruk pikuk lalu lintasnya dengan tingkat polusi yang cukup mengkhawatirkan, taman ini menjadi solusi bagi warga Medan yang mendambakan udara segar.

Taman ini dirancang menjadi habitat buatan bagi unggas berkaki dan berparuh panjang tersebut. Luasnya satu setengah kali lapangan sepakbola. Dibuat mirip rawa-rawa. Tumbuhan ilalang ditanam di dalamnya sehingga membentuk semak belukar. Di dalamnya juga disebar pakan berupa katak sehingga bangau-bangau tersebut betah tinggal di taman tersebut.

Pada sebagian sisi tepi habitat bangau tersebut membentuk kolam seperti tambak. Ratusan ikan mas yang berebut makanan dapat disaksikan dari sisi pagar pembatas. Banyak anak-anak kecil yang melempar makanan kepada ikan-ikan mas tersebut.

Tidak hanya bangau, di sini juga terdapat beberapa fauna lainnya seperti ular sawah dan ribuan burung dara nan jinak yang dikandangkan di sebelah habitat bangau.

Ramai warga Medan yang berkunjung ke sini. Terutama pada sore hari atau akhir pekan. Disediakan juga beberapa bangku tempat bersantai di pinggirnya yang bisa digunakan untuk menyaksikan atraksi ribuan bangau putih yang beterbangan bagaikan salju.

Taman Burung ini terletak di kawasan nan luas komplek perumahan dan bisnis terpadu Cemara Asri. Meski begitu, taman ini terbuka untuk umum. Bebas masuk bagi siapa saja tanpa dikenakan tiket masuk alias gratis. Tidak hanya datang untuk melihat burung, sebagian warga memanfaatkan taman di sekitarnya untuk melakukan olahraga jogging.